Friday, July 04, 2008

Melihat Monster dari Camcorder

Judul : Cloverfield
Jenis film : Thriller
Pemain : Michael Stahl David, Mike Vogel, TJ Miller, Odette Yustman, Lizzy Caplan, Jessica Lucas
Sutradara : Matt Reeves
Produksi : Paramount Pictures

Pengambilan adegan di film besutan Matt Reeves ini lain dari biasanya. Dengan mengambil sudut pandang dari sebuah camcorder yang dibawa Hud (TJ Miller), adegan-adegan yang ditampilkan begitu nyata. Penonton pun seolah-olah ikut merasakan peristiwa yang dialami Rob (Michael Stahl David), si tokoh utama.

Layaknya penggunaan camcorder, adegan-adegan yang dipertontonkan selalu bergerak tak menentu, mengikuti kemauan pembawa camcorder. Akibatnya, penonton merasa sedikit terganggu saat menonton. Namun begitu, adegan-adegan yang ditampilkan lebih terlihat nyata dan hidup dibandingkan pengambilan adegan menggunakan beberapa kamera. Inilah yang menjadi kekuatan film ini.

Karena mengambil sudut pandang dari camcorder, perpindahan antaradegan menjadi tidak mulus, terutama di bagian awal film saat pesta perpisahan Rob yang akan pindah bekerja ke Jepang. Akan tetapi, ketika ketegangan mulai muncul, yang ditandai adanya gempa bumi dan melayangnya kepala Patung Liberty, transisi antaradegan mulai membaik. Itu disebabkan camcorder selalu dihidupkan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

Selanjutnya, ketegangan demi ketegangan mulai diperlihatkan dengan tensi yang makin lama makin memuncak. Saat inilah, Hud sebagai pembawa camcorder dan sahabat Rob berperan menggiring penonton mengikuti setiap ketegangan.

Ketegangan pertama diperlihatkan saat monster menyerang kota New York. Di sini Hud berhasil merekam wujud monster itu. Ketika ini terjadi, suasana sungguh mencekam, orang-orang berlari menyelamatkan diri sambil berterak histeris, gedung-gedung bertingkat roboh, dan terjadi huru-hara di mana-mana. Di tengah kegentingan ini, pihak kepolisian meminta seluruh warga meninggalkan kota melalui jembatan Manhattan. Sayang, kakak Rob, Jason (Mike Vogel), menjadi korban keganasan monster di jembatan tersebut.

Ketegangan kembali memuncak ketika Rob, Hud, Lily (Jessica Lucas), dan Marlena (Lizzy Caplan) harus melawan gelombang pengungsi untuk menyelamatkan kekasih Rob, Beth (Odette Yustman), di apartemennya. Di sinilah, perjuangan Rob dan kawan-kawannya demi Beth diwarnai rentetan senjata, desingan peluru, menyeberangi apartemen yang nyaris roboh, bahkan hampir terbunuh oleh monster dan makhluk-makhluk kecil ganas yang juga menyerang penduduk.

Akhirnya, Beth berhasil diselamatkan. Lalu, mereka dievakuasi menggunakan helikopeter. Di helikopter, wujud monster terlihat dari udara disertai serangan-serangan peluru pihak militer yang berusaha untuk melumpuhkannya. Sayang, helikopter itu terjatuh karena serangan sang monster, tetapi Rob, Beth, dan Hud selamat. Begitu juga dengan camcorder-nya.

Ketegangan mulai mereda ketika Hud menjadi mangsa sang monster. Adegan ini rupanya menjadi antiklimaks dari adegan-adegan sebelumnya. Apalagi ketika camcorder dikendalikan Rob yang berada di bawah jembatan untuk berlindung bersama Beth. Hal itu seolah-olah menjadi kata penutup dari film yang berhasil meraup pemasukan US$ 41 juta atau sekitar Rp 387 miliar pada pekan pertama pemutaran.

Film yang diproduseri JJ Abrams ini sangat meminimalkan penggunaan musik yang umumnya digunakan untuk membangun suasana. Bahkan, penggunaan musik hampir tidak ada selama film berlangsung. Namun begitu, penggunaan efek suara seperti desingan peluru, raungan monster, teriakan ketakutan, kekacauan kota, sampai embusan napas sangat ditonjolkan untuk mendukung suasana yang dibangun. Begitu juga dengan karakter setiap tokoh yang berhasil diperankan dengan baik.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment