Monday, January 12, 2009

Komedi dengan Permasalahan yang Ruwet

Judul Film : Burn After Reading
Genre : Drama komedi
Pemain : George Clooney, Brad Pitt, John Malkovich, Frances McDormand, Tilda Swinton, Richard Jenkins, Elizabeth Marvel
Sutradara : Joel Coen dan Ethan Coen
Produksi : Focus Features
Durasi : 96 menit
Rating : 4/5


Inilah film komedi yang membuat penonton harus berpikir. Masalah yang dialami setiap karakter di film ini amat ditonjolkan. Akibatnya permasalahan di film ini terlihat kompleks.

Film ini diawali dari kisah Osbourne Cox (John Malkovich), anggota CIA yang dipecat karena dianggap banyak minum. Dia lalu berencana membuat buku tentang intelijen berdasarkan pengalamannya. Sementara sang istri, Katie Cox (Tilda Swinton), rupanya berselingkuh dengan Harry Pfarrer (George Clooney) yang mengaku sebagai mantan petugas pengawal presiden. Padahal, dia bekerja sebagai petugas administrasi di Departemen Keuangan.

Sementara itu, Linda Litzke, instruktur senam di pusat kebugaran, berkeinginan membuat dirinya terlihat lebih ramping dengan cara operasi. Maklum, umurnya mulai bertambah, tetapi dia belum dapat pasangan. Karena tidak memiliki biaya operasi, Linda bingung untuk mendapatkan uang.

Akhirnya, salah satu pegawai di pusat kebugaran tersebut mendapatkan CD yang berisi dokumen intelijen milik Osbourne Cox. Kemudian, Linda bersama Chad (Brad Pitt) menghubungi Osbourne untuk meminta imbalan karena telah menemukan CD tersebut. Osbourne mengira CD itu berisi data untuk bukunya.

Mereka akhirnya bertemu. Sayang, kesepakatan tidak tercapai. Linda pun kecewa. Tetapi, Linda dan Chad tak hilang akal. CD tersebut akhirnya diserahkan ke kedutaan besar Rusia. Lagi-lagi, demi mendapatkan uang untuk biaya operasi.

Untuk mendapatkan dokumen rahasia lainnya, Linda menyuruh Chad mencarinya di rumah Osbourne. Saat berhasil masuk, Chad malah tewas tertembak oleh Harry yang menginap di situ. Kebetulan, istri Harry, Sandy Pfarrer (Elizabeth Marvel), sedang pergi untuk acara peluncuran buku. Harry pun merasa takut. Apalagi, ada orang yang sering memata-matainya.

Selanjutnya, Osbourne malah dimata-matai oleh agen CIA karena diduga menjadi pembunuhnya. Sementara Linda beserta atasannya, Ted Treffon (Richard Jenkins), bingung atas hilangnya Chad.

Ruwet
Setidaknya ada tujuh tokoh yang memunculkan keruwetan dalam film ini. Setiap tokoh memiliki hasrat dan keinginan yang berbeda. Misalnya, Ted yang diam-diam ternyata menyukai Linda, Sandy yang juga berselingkuh dan mengirim mata-mata untuk mengawasi tindakan Harry, serta Harry yang memang senang berselingkuh.

Namun, perbedaan hasrat dan keinginan itu dirangkai apik oleh Coen bersaudara sehingga menjadi jalinan cerita yang mengejutkan dan tak terduga. Akibatnya, penonton tak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Penonton hanya diajak untuk mengikuti alur cerita yang skenarionya juga ditulis oleh Joel dan Ethan Coen. Inilah daya tarik film dari sutradara yang juga mengarahkan film No Country for Old Man ini.

Ada daya tarik lain yang bisa dilihat dari film ini, yaitu mengenai pesan yang ingin disampaikan. Coen secara tersirat menyampaikan bahwa sebuah rahasia jika berada di tangan yang salah, akibatnya akan fatal. Di film ini, Chad dan Linda menggambarkan orang yang tak pantas itu. Di tangan mereka, rahasia malah diperdagangkan ke negara lain. Mereka mengkhianati negaranya. Mereka juga yang memperkeruh keruwetan di film ini. Apalagi, tokoh-tokoh di film ini juga sering melontarkan olok-olok dengan nada tinggi. Jadinya, keruwetan makin bertambah.

Untuk para pemainnya, akting mereka patut diacungi jempol. Karakter yang mereka bawakan dapat membangun jalinan cerita. Misalnya, Brad Pitt yang tampil agak bodoh, tapi ingin terlihat modis. Namun, hasilnya malah terlihat norak, meski itu pas untuknya. Clooney juga demikian. Tampil sebagai orang yang pandai memikat wanita, tapi sebetulnya hanya mengincar urusan ranjang.

Terlepas dari itu, di akhir film, Joel dan Ethan Coen akan memberikan kejutan bagi penonton.

2 comments:

  1. Anonymous13:50

    belum nonton. cepet banget kamu nontonnya. di bioskop apa bajakan hayo :p nanti kalau udah nonton gw komentar lagi

    ReplyDelete
  2. di bioskop kan dah mulai beredar. jadi, buru2 nonton karena pas jiffest kemarin gak sempat. hehehhe

    ReplyDelete