Friday, July 04, 2008

Aksi Jagoan Berjubah Besi

Judul Film : Iron Man
Genre : Laga/Fantasi
Pemain : Robert Downey Jr, Terrence Howard, Jeff Bridges, Shaun Toub, Gwyneth Paltrow
Sutradara : Jon Favreau
Produksi : Paramount Pictures dan Marvel Entertainment
Durasi : 126 menit


“Damai terbentuk dengan memiliki senjata terampuh.” Begitulah yang terlontar dari seorang pembuat senjata, Tony Stark (Robert Downey Jr), tentang kedamaian saat mempresentasikan senjatanya. Sayangnya, saat itu dia belum melihat bahwa senjata yang diciptakan telah menyebabkan banyak nyawa melayang. Sampai akhirnya, dia hampir menjadi korban dari hasil kerja kerasnya dalam sebuah penyerbuan di wilayah Afghanistan.

Akhirnya, karena terluka di bagian dada, Tony ditahan oleh kelompok yang ingin menguasai dunia dengan senjata. Serpihan peluru di dada Tony yang tak bisa dikeluarkan mengharuskan Yinsen (Shaun Toub), seorang dokter, harus membedah dan memasangkan alat magnetik agar serpihan itu tidak mengalir ke jantung. Inilah yang menjadi sumber tenaga ketika Tony menjadi iron man.

Dalam penahanan, Tony dipaksa membuat senjata terampuh. Permintaan itu diterima. Para penculik akhirnya menyediakan segala perlengkapan dan keperluan untuk membuat senjata. Meski segala keperluan untuk membuat senjata telah dipenuhi, Tony tidak melakukan permintaan penculik. Malah, Tony membuat senjata mematikan berupa pakaian besi antipeluru untuk membebaskan dirinya dari penculikan. Usaha yang dibantu Yinsen itu berhasil. Tony pun bebas dan kembali ke dunianya sebagai pencipta senjata yang suka memainkan wanita-wanita cantik.

Rupanya, kejadian penculikan itu membuat Tony sadar bahwa senjata bukan untuk menciptakan kedamaian. Dengan kepintaran dan kejeniusannya, Tony pun mengembangkan jubah besinya untuk menghancurkan kejahatan yang menggunakan senjata-senjata yang diproduksinya. Namun usaha ini ditentang Obadiah Stane (Jeff Bridges), teman almarhum ayah Tony sekaligus tangan kanannya. Penentangan ini akhirnya membawa perselisihan di antara keduanya. Apalagi, Obadiah juga mengembangkan pakaian besi. Jadilah pertempuran yang seru.

Film yang diawali dengan adegan penyerangan terhadap Tony ini berhasil memancing pertanyaan di benak penonton. Apalagi dengan alur mundur, adegan selanjutnya menggambarkan kehidupan Tony Stark yang bekerja di perusahaan senjata Stark Industries. Adegan itu sengaja dibuat sang sutradara Jon Favreau untuk mengungkap bahaya senjata terhadap banyak orang, termasuk penciptanya. Inilah sebetulnya yang ingin disampaikan dalam film ini.

Tak hanya keseruan yang ditampilkan dalam film yang diangkat dari komik karya Marvel ini. Unsur komedi pun banyak tersebar di film yang dirilis pada 2 Mei 2008, terutama pada sikap konyol pemeran utama, Tony Stark. Misalnya ketika adegan di akhir film. Saat itu, Tony menyebutkan jati dirinya sebagai iron man, padahal sebelumnya dia tidak disarankan untuk mengatakan itu.

Kelihaian Robert Downey Jr memerankan sang jagoan jubah besi ini menjadi nilai tambah bagi film yang berdurasi sekitar 126 menit ini karena berhasil membangun suasana. Dalam film ini dia memerankan karakter yang unik sebagai miliarder, ilmuwan, dan pencipta senjata yang memiliki tabiat tak bisa ditebak, bahkan kadang-kadang konyol.

Sayangnya, karakter pemeran lainnya seperti Letnan Kolonel James Rhodes (Terrence Howard), sebagai sahabat Tony, dan Virginia ‘Pepper’ Pots (Gwyneth Paltrow), sekretaris Tony, kurang mendukung. Apalagi kehadiran tokoh-tokoh ini sepertinya hanya menjadi sebagai pelengkap. Meskipun begitu, film yang diproduksi Paramount Picture ini setidaknya sangat menghibur.

Pesan untuk Orangtua

Judul Film : The Nanny Diaries
Genre : Drama
Pemain : Scarlett Johansson, Laura Linney, Paul Giamatti, Chris Evans, Donna
Murphy, Alicia Keys (Lynette), Nicholas Reese Art
Sutradara : Shari Springer Berman dan Robert Pulcini
Produksi : The Weinstein Company/MGM
Durasi : 105 menit

Seorang anak tentunya membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtua. Lantas, apa jadinya jika kasih sayang tak diperoleh anak hanya karena orangtua sibuk dengan aktivitasnya? Untuk mengatasi itu, sebagian keluarga menyewa pengasuh untuk mengurus keperluan anak. Begitulah yang ditampilkan dalam film The Nanny Diaries yang diangkat dari buku karya Emma McLaughlin dan Nicola Kraus dengan judul yang sama.

Kendati terinsipirasi dari sebuah buku, film ini tampaknya menyimpan pesan yang cocok untuk para orangtua, khususnya bagi mereka yang supersibuk sehingga tak memerhatikan perkembangan anak. Karena itu, tak salah jika film layak dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Pesan yang disampaikan film ini tertuang menjelang film ini berakhir melalui sebuah rekaman video.

Film yang disutradarai Shari Springer dan Robert Pulcini ini dibumbui sedikit komedi, terutama pada adegan-adegan saat Annie Braddock (Scarlet Johansson) bertemu pertama kali dengan Grayer (Nicholas Reese Art), anak asuhnya dari pasangan Mr dan Mrs X (Paul Giamatti dan Laura Linney). Sedikit adegan romantis pun dimunculkan di film ini. Adegan penuh cinta itu hadir antara Annie dan Harvard Hottie (Chris Evans).

Film ini diawali dari tampilan diorama mengenai berbagai kehidupan masa lalu dan kini yang merepresentasikan bahwa Annie tertarik dunia antropologi dibanding menjadi karyawan dengan jabatan tinggi. Apalagi, setelah melakukan wawancara yang tidak bisa dilalui karena bingung menjelaskan jati dirinya, Annie yang baru lulus kuliah itu kemudian mencari siapa sesungguhnya ia. Di sebuah jalan, ia memerhatikan beberapa orang, mulai dari model hingga pengacara. Namun, ketika berada di taman, Annie menolong Grayer yang akan tertabrak.

Sebagai wujud terima kasih, Mrs X, ibu Grayer, meminta Annie untuk menjadi pengasuh anak umur 4 tahun itu. Annie terkejut karena hal itu tidak pernah ia pikirkan. Apalagi ibunya, Judy Braddock (Dona Murphy) yang menjadi perawat, menginginkan Annie menjadi seseorang dengan posisi terhormat di sebuah perusahaan. Karena itu, Annie yang memutuskan menjadi pengasuh anak pun menyembunyikan pekerjaan aslinya di depan Judy.

Karena menerima tawaran Mrs X, Annie pun harus pindah dari rumah tinggalnya di kota pinggiran New Jersey ke kawasan elite di Manhattan. Di kediaman Mr dan Mrs X, Annie harus beradaptasi dengan kehidupan penuh glamor yang dijalankan keluarga tersebut. Apalagi berbagai peraturan yang diterapkan keluarga X untuk Grayer begitu banyak, mulai dari larangan tidur siang, berbicara dengan bahasa Prancis, mengunjungi museum, hingga mempelajari saham. Annie pun harus menjalankan peraturan-peraturan itu. Langkah awal yang dijalani Annie yaitu beradaptasi dengan Grayer. Itu merupakan awal yang cukup berat.

Namun, lambat laun Annie akhirnya dapat ‘menaklukkan’ Grayer yang nakal. Di samping itu, seiring berjalannya waktu, perangai Mr dan Mrs X pun kian terkuak. Kedua orangtua itu ternyata tidak peduli dengan perkembangan buah hatinya. Apalagi ketika Grayer sakit, Mrs X lebih memilih menjalankan aktivitas layaknya wanita terhormat. Karena itu, ketika Grayer sakit, kebohongan Annie kepada ibunya terbongkar. Meski awalnya kecewa, Judy bisa menerima pilihan hidup anaknya.

Sementara itu, Annie juga menjalin hubungan dengan Harvard Hotie yang tinggal di lantai atas apartemen Mr dan Mrs X. Melalui ia dan Lynette (Alicia Keys), sahabatnya, Annie selalu mencurahkan isi hatinya. Termasuk soal keinginannya untuk berhenti menjadi pengasuh. Apalagi tawaran pekerjaan dari paman Hotie begitu menarik dibanding bepergian dengan keluarga X.

Namun terdorong rasa sayang kepada Grayer, Annie akhirnya ikut berlibur bersama keluarga X. Sayang, karena diperlakukan tidak baik oleh Mr X, Annie diberhentikan secara tidak hormat. Grayer pun sedih. Karena kesal, Annie mencari video yang disembunyikan di boneka beruang yang digunakan untuk mengawasi sikap Annie dalam memperlakukan Grayer. Kemudian melalui video itu, Annie mengeluarkan unek-unek mengenai sikap Mr dan Mrs X yang tidak memberikan kasih sayang kepada Grayer. Pesan untuk orangtua pun meluncur dari mulut Annie.

Ketika Janin Harus Dihargai

Judul Film : Juno
Genre : Drama
Pemain : Ellen Page, Michael Cera, Jennifer Garner, Jason Bateman, JK Simmons, Olivia Thrilby, Allison Janney
Sutradara : Jason Reitman
Produksi : Fox Searchlight Pictures
Durasi : 92 menit


Seorang gadis remaja hamil di luar nikah tentunya menghadirkan kemarahan di pihak keluarga. Namun, di film garapan Jason Reitman ini hal tersebut tak ditemui. Malah film ini menyodorkan apa yang seharusnya dilakukan oleh keluarga dan penerima ‘anugerah tak diundang tersebut’ dengan tetap tenang ketika menghadapi aib yang tak diinginkan.

Itulah yang dilakukan keluarga McGouff begitu mengetahui putri pertama mereka hamil tanpa direncanakan. Meski awalnya terkejut, toh akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut sesuai budaya mereka.

Film yang berdurasi sekitar 90 menit ini digarap dengan cukup apik. Adegan yang dipertontonkan mengangkat kehidupan Juno beserta masalah yang sedang dihadapinya. Alunan musik dengan senandung irama khas mampu memberikan nyawa di film ini. Dialog-dialog yang muncul pun begitu kuat. Pemeran utama juga tampil sungguh memukau. Bahkan Ellen Page, si aktor utama, dinominasikan mendapat Oscar dan Golden Globe. Sayang, film Juno hanya mendapatkan satu penghargaan sebagai naskah orisinal terbaik di ajang Piala Oscar yang ditulis oleh Dolby Cody.

Film ini bercerita tentang kehidupan Juno McGouff (Ellen Page) yang mengalami masalah cukup berat bagi remaja putri seusianya. Setelah tiga kali melalukan pemeriksaan dengan alat pendeteksi kehamilan, kehidupan remaja berusia 16 tahun tersebut hancur bersamaan dengan jatuhnya dedaunan saat musim gugur. Dia pun bingung karena hubungannya dengan Paulie Bleeker (Michael Cera) itu. Namun, dia tidak lantas melakukan hal yang mengancam dirinya. Dia tetap tenang menghadapi cobaan yang berat ini.

Keputusan Juno akhirnya mendatangi klinik yang menerima jasa aborsi. Namun, niat mengangkat janin yang bersemayam di rahimnya dia batalkan meski Juno sudah berada di ruang tunggu klinik. Penyebabnya adalah teman sekolah Juno yang ditemuinya secara tidak sengaja sedang berunjuk rasa di depan klinik seorang diri menentang aksi aborsi. Bahkan, teman Juno tersebut mengatakan bahwa janin juga memiliki nyawa. “Dia juga punya kuku,” katanya. Ringkasnya, janin perlu dihargai untuk dapat hidup.

Adalah Leah (Olivia Thrilby), sahabat Juno, yang tetap membantu mengatasi permasalahan Juno. Leah pun menyarankan untuk mencari orang tua yang mau mengadopsi anak Juno. Saran ini diterima Juno. Kemudian, mereka mencari pasangan yang cocok untuk calon jabang bayi Juno melalui iklan di surat kabar.

Akhirnya, didapatilah pasangan berbahagia itu. Mereka adalah Mark Loring (Jason Bateman) dan Vanesa Loring (Jennifer Garner) yang telah menikah selama lima tahun, tetapi belum dikaruniai anak. Mereka dipilih Juno karena berpendidikan tinggi, mempunyai penghasilan yang cukup, berparas ganteng dan cantik, serta saling mencintai. Bagi Juno, setidaknya mereka berasal dari keluarga yang utuh dan mampu membesarkan anaknya kelak.

Selanjutnya, antara keluarga Juno dan keluarga Loring bertemu. Kesepakatan pun dibuat dan akhirnya disetujui kedua belah pihak. Juno akan memberikan buah hatinya begitu lahir dan keluarga Loring bersedia membayar seluruh biaya perawatan dan pengobatan hingga melahirkan.

Ketika musim dingin tiba dan salju mulai menempel di atap rumah dan halaman, perut Juno kian membesar. Juno pun selalu rajin memeriksa kandungannya dengan ditemani Leah dan ibu tirinya. Sementara di keluarga Loring juga sibuk mempersiapkan keperluan tamu kecil mereka. Setidaknya hal ini tercermin dari pemilihan warna cat dinding di suatu ruangan yang dipersiapkan untuk anak adopsi mereka.

Waktu pun bergulir. Salju yang menempel di atap rumah mencair. Musim semi pun datang. Bayi Juno tak lama lagi akan menyapa dunia. Sayang, sebelum bayi itu hadir, keluarga Loring bercerai karena ketidaksiapan Mark menerima kehadiran tamu mungil di rumah mereka. Malapetaka kembali hinggap di pundak Juno. Harapan anaknya akan dibesarkan oleh keluarga harmonis harus dia pendam.

Bagaimana akhir cerita dari film yang diproduksi Fox Searchligt Pictures ini? Saksikan saja di bioskop.

Kisah Polisi Temperamental Menguak Kejahatan

Judul Film : Street Kings
Jenis Film : Aksi/Laga
Pemain :
Keanu Reeves, Forest Whitaker, Hugh Laurie, Chris Evans, Jay Mohr,
Terry Crews, Naomi Harris, Martha Higareda
Sutradara : David Ayer
Produksi : Fox Searchlight Pictures
Durasi : 107 menit


Tak ada hal baru dari film Hollywood yang dibesut David Ayer ini. Unsur kebaikan versus kejahatan masih menjadi tema utama dalam film yang sebelumnya akan diarahkan oleh Spike Lee atau Oliver Stone. Meski begitu, tak ada salahnya untuk menonton aksi tembak-tembakan yang cukup menegangkan. Sayangnya, aksi saling tembak itu tak terjadi antara kelompok polisi dan penjahat, melainkan antarsesama polisi.

Kejahatan rupanya telah merasuk ke tempat yang seharusnya steril dari tindakan melawan hukum. Namun, dalam film ini sejumlah oknum polisi dengan leluasa menjadi benteng dan pelindung bagi orang-orang yang terobsesi menjadi kaya dari hasil menjual obat-obatan terlarang maupun penjualan manusia (trafficking).

Dikemas dengan sudut penceritaan yang gamblang dari sisi Keanu Reeves si aktor utama, ketegangan dan keseruan film ini begitu terasa. Sayangnya di awal film, inti cerita tidak langsung disampaikan kepada penonton. Alur cerita pun sepertinya tidak fokus. Buktinya, di awal film menggambarkan pengungkapan kejahatan penjualan manusia, tapi selanjutnya malah bercerita tentang perselisihan Ludlow dan Washington hingga akhirnya mengungkap kejahatan terselubung di sebuah satuan polisi. Akibatnya, penonton menjadi bingung karena banyaknya ide cerita yang bercabang. Meski demikian, film ini masih layak untuk ditonton karena akting Keanu Reeves yang gemilang.

Film yang awalnya akan diberi judul The Night Watchman ini dimulai dengan keberhasilan seorang polisi jago tembak tetapi bersikap temperamental, Tom Ludlow (Keanu Reaves), dalam mengungkap tindakan penjualan dua orang kembar asal Korea seorang diri. Dari kejadian ini alur kemudian berkembang menjadi cerita yang lebih seru. Ludlow pun sontak menjadi perbincangan di satuannya. Bahkan, dia menjadi anak emas Kapten Jack Wander (Forest Whitaker), atasan Ludlow.

Saat ada perayaaan keberhasilan Ludlow, Wander menceritakan keburukan mantan rekan Ludlow, Terrance Washington (Terry Crews), yang dipecat dan dipindahtugaskan ke bagian lain. Dari cerita tersebut, ada hal yang membuat Ludlow naik pitam. Akhirnya dia berniat mencelakai Washington. Akan tetapi, niat tersebut tak jadi dilaksanakan karena Washington keburu ditembak penjahat di sebuah supermarket. Berdasarkan rekaman video, Ludlow yang berada di tempat kejadian menjadi tersangka karena tanpa sengaja menembak punggung Washington.

Karena menjadi andalan di satuannya, teman-teman sejawat Ludlow berusaha menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Bahkan, Wander pun sampai harus memindahkan Ludlow ke bagian pengaduan masyarakat. Meski begitu, Kapten Jim Biggs (Hugh Laurie), seorang provost polisi, berusaha membuka selubung gelap itu. Akibatnya, Ludlow pun selalu diincar oleh Biggs.

Merasa tidak menyebabkan Washington terbunuh, Ludlow pun berusaha membuktikan hal itu. Dengan dibantu detektif muda dari bagian pembunuhan, Diskant (Chris Evans), Ludlow pun menelusuri teka-teki penembakan Washington. Mereka pun harus menemui beberapa orang yang menjalani bisnis obat-obatan.

Keteguhan dan kerja keras mereka membuahkan hasil. Mereka pun bertemu dua orang yang diduga membunuh Washington. Kejadian saling tembak pun kembali hadir meramaikan film ini. Diskant dan dua orang tersebut menjadi korban. Sayangnya, lagi-lagi Ludlow dikejar-kejar Biggs karena dua orang yang dibunuh Ludlow ternyata polisi yang sedang menyamar.

Akhirnya, Ludlow pun harus mencari cara lain untuk mengungkapkan bahwa dirinya tidak bersalah atas terbunuhnya Washington. Di akhir cerita, penonton pun akan ditunjukkan siapa tokoh di balik penembakan Washington. Akankah usaha Ludlow ini berhasil? Bagaimana nasib teman-teman dan atasan Ludlow di satuannya? Temukan di film penuh ketegangan yang akan dirilis pada 11 April 2008.

Berburu Harta Karun di Bawah Laut

Judul Film : Fool’s Gold
Jenis Film : Petualangan/Komedi Romantis
Pemain : Kate Hudson, Matthew McConaughey, Donald Sutherland, Alexis Dziena, Ray Winstone, Kevin Hart
Sutradara : Andrew Tennant
Produksi : Warner Bros Pictures


Rupanya film petualangan yang dibumbui komedi romantis ini menjadi ajang reuni antara Kate Hudson dan Matthew McConaughey. Sebelumnya, mereka telah bertemu dalam film komedi romantis yang dirilis tahun 2003, yaitu How to Loose a Guy in 10 Day. Pada film tersebut, keduanya menjadi pasangan serasi setelah mengalami perselisihan yang tidak mengenakkan di awal cerita.

Kini, setelah lima tahun dari film yang mempertemukan mereka, keduanya tampil bersama dalam film arahan Andrew Tennant berjudul Fool’s Gold. Dari tangan dingin sutradara yang pernah mengarahkan film komedi romantis Hitch, Sweet Home Alabama, Anna and The King, It Takes Two, dan Fool’s Rush In ini baik Hudson maupun McConaughey tampil cukup apik di film yang telah mengantungi pendapatan lebih dari US$ 22 juta setelah beberapa pekan diputar pertama kali.


Dalam film Fool’s Gold, Hudson berperan sebagai Tess Finnegan, istri Benjamin Finnegan. Sementara McConaughey merupakan Benjamin Finnegan itu sendiri yang terobsesi dengan pencarian harta karun. Sayangnya, Tess dan Ben harus bercerai karena ada ketidakcocokan di antara mereka. Jika di film How to Loose a Guy in 10 Day mereka harus berpisah dulu kemudian bersatu, kini mereka harus bersatu kemudian berpisah dan menyatu kembali meski ada batasan.

Setelah mereka bercerai, keduanya pun menjalani kehidupan masing-masing. Tess bekerja sebagai kelasi di sebuah kapal mewah Precious Gem, sedangkan Ben masih terobsesi untuk menemukan harta karun.

Meskipun Tess dan Ben telah berpisah, ada hal yang membuat mereka menyatu kembali. Keduanya sebetulnya terobsesi untuk mencari harta karun berupa mas kawin Ratu Spanyol yang tenggelam di perairan Laut Karibia pada tahun 1715. Mas kawin itu berupa 40 peti berisi emas dan batu mulia sebesar kepalan tangan manusia. Itulah perekat di antara Tess dan Ben.


Tanpa diduga, akhirnya mereka bertemu kembali di sebuah kapal mewah bernama Precious Gem milik triliuner Nigel Honeycut (Donald Sutherland). Obsesi memburu harta karun yang terpendam pun akhirnya menjadi pembicaraan di antara Ben dan Tes. Sayangnya, di sini Ben terpikat oleh putri Nigel, yaitu Gemma Nigelcott (Alexis Dziena).

Karena tertarik kisah mengenai harta karun Ben dan Tess, Nigel pun akhirnya bersedia membantu dalam bentuk pendanaan untuk perburuan harta karun tersebut. Apalagi, Ben berhasil menemukan pecahan sebuah piring yang diperkirakan digunakan oleh kapten kapal yang membawa harta karun itu berlayar. Nigel pun makin percaya karena itu merupakan sebuah petunjuk untuk menuju harta karun.


Harta karun legendaris itu tentunya tidak cuma diinginkan Ben dan Tess. Ada dua kelompok yang juga menginginkan harta karun bawah laut itu. Kelompok pertama dikomandoi oleh Bigg Bunny (Kevin Hart). Ben cukup mengenal Bigg Bunny karena Ben pernah berutang sebesar US$ 62.000 untuk modal perburuannya di laut.

Kelompok kedua dipimpin Moe Fitch (Ray Winston). Lagi-lagi Ben pun mengenali Moe. Moe tak lain adalah mentor Ben. Dengan adanya tiga kelompok ini, maka perburuan harta karun Ratu Spanyol di dalam laut makin ramai dan seru.


Nah, berhasilkah Ben dan Tess menemukan harta karun tersebut? Bagaimana nasib Moe dan Bigg Bunny serta kisah cinta Ben dan Tess? Lalu, bagaimana keseruan dan kelucuan yang disuguhkan dalam film yang berdurasi sekitar 110 menit ini? Saksikan saja di bioskop kesayangan Anda.

Aksi Heroik di Zaman Purba

Judul Film : 10.000 BC
Genre : Aksi Petualangan
Pemain : Steven Strait, Camilla Belle, Cliff Curtis, Omar Sharif, Reece Ritchie, Suri van Sornsen
Sutradara : Roland Emmerich
Produksi : Warner Bros Picture


Sulit membayangkan bagaimana suasana kehidupan di zaman purba. Namun, bagi Roland Emmerich, sang sutradara film 10.000 BC serta pernah membesut film Independence Day dan The Day After Tomorrow, kehidupan di zaman yang masih tergantung terhadap alam itu mudah diwujudkan. Buktinya, keindahan alam beserta suku-suku primitif berikut hewan-hewan besarnya dapat ditampilkan dengan amat gemilang.

Film 10.000 BC mengambil latar zaman ketika kepercayaan terhadap hal-hal mistis masih menjadi sebuah kelaziman. Pada zaman tersebut, sebagian masyarakatnya masih ada yang bermata pencaharian sebagai pemburu. Salah satu suku yang masih melakukan hal itu adalah suku Yagahl. Dari kehidupan suku yang bermukim di pegunungan inilah film 10.000 BC dimulai.

Saat penduduk suku itu kelaparan karena tak ada binatang yang dapat diburu, tampillah D’leh (Steven Straits) sebagai penyelamat. Dia berhasil merobohkan gajah purba, mammoth, dengan tombak. Sementara pemburu-pemburu lain yang juga penduduk setempat tak kuasa menahan kekuatan sang gajah. Penduduk pun tak lagi kelaparan. Karena itu, dia memperoleh tombak putih sebagai lambang pemimpin suku Yagahl. Tak hanya itu, dia juga mendapatkan Evolet (Camilla Belle), gadis bermata biru yang telah memikatnya sejak kecil.

Sayangnya, kehidupan suku Yagahl yang telah kembali tenteram karena sudah tidak kelaparan, tiba-tiba diganggu kedatangan kelompok perusuh yang menculik seluruh penduduk suku itu, termasuk anak-anak dan wanita. Evolet, kekasih D’leh, juga menjadi korban. Untungnya D’leh tidak tertangkap.

Sebagai pemimpin suku dan ingin menyelamatkan sang pujaan hati, D’leh bersama Karen, Tic Tic (Cliff Curtis), dan Baku mencoba mengejar penculik-penculik tersebut.

Mereka pun harus turun gunung, masuk ke hutan, sampai menghindari sergapan burung raksasa. Dalam pencarian tersebut, Karen dan Baku tertangkap oleh kelompok perusuh sehingga hanya menyisakan D’leh dan Tic Tic.

Selanjutnya di sebuah gurun, D’leh sempat terperosok ke dalam lubang bersama macan bertaring panjang yang terperangkap. Karena iba, D’leh menolongnya. Tak disangka, pertemuan D’leh dengan macan itu juga terjadi di perkampungan suku Naku. D’leh yang merasa mengenalnya kemudian ‘berbicara’ dengan sang macan sambil diperhatikan penduduk suku Naku. Karena macan itu tidak menyerang D’leh, suku Naku pun menghormati D’leh.

Rupanya, kejadian penculikan itu tidak hanya menimpa suku Yagahl, tetapi juga Naku dan suku-suku lain. Dengan dipimpin D’leh, akhirnya suku-suku itu bersatu untuk menyelamatkan warga mereka.

Sementara itu, kelompok penculik bekerja untuk maharaja tiran yang sedang membangun piramid. Orang-orang yang diculik oleh mereka dijadikan pekerja untuk membuat piramid tersebut. Namun, berdasarkan ramalan orang pintar maharaja tiran, keperkasaan raja tersebut akan kalah jika ada sebuah tanda di salah satu budak yang bekerja membuat piramid. Tanda tersebut dimiliki oleh Evolet.

Nah, sanggupkah D’leh dan pasukannya membebaskan warganya yang dijadikan budak oleh maharaja tiran? Bagaimana nasib maharaja tiran dan piramidnya? Lalu, akankah cinta D’leh dan Evolet kembali bersatu? Saksikan saja film ini!

Memarodikan Film 300

Judul Film : Meet The Spartans
Genre :
Komedi
Pemain :
Sean Maguire, Diedrich Bader, Kevin Sorbo, Martin Klebba, Jim Piddock, Carmen Electra
Sutradara :
Jason Friedberg dan Aaron Seltzer
Produksi :
20th Century Fox


Masih ingat film 300 karya Zack Synder yang bercerita tentang kegigihan Raja Persia, Leonidas, bersama 300 prajuritnya berperang melawan serangan pasukan Persia yang dipimpin Raja Xerxes? Film tersebut rupanya kembali dibuat oleh Jason Friedberg dan Aaron Seltzer, namun dengan genre komedi bergaya slapstick.

Unsur komedi yang dibangun merupakan potongan adegan dari sejumlah film (Sherk, Trasnformers, Spiderman 3, James Bond, Matrix, dll), acara televisi (American Idol, The Apprentice, America’s Next Top Model, Deal Or No Deal, dll), bahkan kehidupan nyata selebritas Amerika, seperti Angelina Jolie dan Brad Pitt, Britney Spears, Paris Hilton, serta Presiden AS George W Bush.

Jalan cerita film ini tetap mempertahankan alur film 300. Dikisahkan bahwa bangsa Sparta akan diserang oleh bangsa Persia. Mengetahui hal itu Raja Leonidas (Sean Maguire) memerintahkan Captain (Kevin Sorbo) mengumpulkan pasukan perang. Jika di film 300 pasukan yang bertempur berjumlah 300, di film ini pasukan itu ‘ciut’ menjadi 13 prajurit.

Lucunya, ketika pasukan Sparta dan Persia bertemu, mereka bertempur dengan tarian dan saling ejek. Jadi, jangan harap ada ketegangan dalam peperangan. Saat ‘pertempuran’ tersebut juga diselipkan potongan-potongan adegan yang menggambarkan acara tertentu, seperti Deal Or No Deal. Sayang adegan tersebut hadir secara tiba-tiba. Namun, itu berhasil memancing tawa penonton.

Sementara itu, di Kerajaan Sparta, istri Raja Leonidas, Ratu Margo (Carmen Electra) —dalam 300 bernama Ratu Gorgo— yang khawatir karena jumlah pasukan Sparta kalah banyak, berusaha membujuk dewan untuk mengirim bantuan pasukan. Di sinilah, keseksian Ratu Margo ditampilkan seperti Beyonce ketika menyanyi. Tentu saja adegan ini dibuat dengan menyelipkan unsur komedi untuk mempertahankan kelucuan film.

Di akhir cerita, digambarkan bahwa ‘pertempuran’ kembali memanas karena Raja Xerxes mengirim prajurit andalnya. Kali ini yang muncul adalah Rocky Balboa, petinju legendaris yang filmnya diperankan Sylvester Stallone. Captain, yang marah karena anaknya dikalahkan Rocky, bertempur bagaikan adegan di film Matrix. Satu per satu pasukan Xerxes dihabisi. Sampai akhirnya dia harus ditombak oleh Raja Xerxes setelah mengalahkan Rocky.

Melihat hal itu, Raja Leonidas marah dan melampiaskannya dengan melawan Raja Xerxes. Saat inilah Raja Xerxes mengirim bantuan. Namun, bantuan yang muncul merupakan papan blue screen yang dibawa oleh dua prajurit. Rupanya blue screen, yang sebetulnya digunakan untuk memberikan kesan visual, digunakan Xerxes hanya untuk menunjukkan bahwa pasukannya banyak.

Raja Leonidas tak terpengaruh dengan itu. Lalu, dia tetap mengejar Xerxes. Sayang, saat pengejaran, Xerxes menemukan kotak Transformers yang dapat mengubah mobil menjadi robot. Secara tiba-tiba Xerxes menemukan sebuah mobil. Tak lama mobil itu pun berubah jadi robot. Akhirnya Leonidas gugur dalam pertempuran karena tertimpa robot Xerxes yang terjatuh.

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dengan unsur komedi slapstick-nya. Namun sayang, film ini tak layak ditonton anak-anak di bawah umur. Meski bergenre komedi, film ini masih menyelipkan adegan kekerasan seperti saat anak Leonidas yang bertarung gulat gaya Amerika bersama ayahnya. Meski begitu, untuk melepaskan stres, tak ada salahnya menonton film ini di akhir pekan.

Menguak Puzzle Penembakan Presiden

Judul Film : Vantage Point
Jenis Film : Aksi/Laga
Pemain : Dennis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, Eduardo Noriega,William Hurt, Sigourney Weaver
Sutradara : Pete Travis
Produksi : Sony Pictures


Inilah film yang menggunakan beberapa sudut pandang penceritaan yang berbeda dalam melihat satu kejadian. Peristiwa-peristiwa yang ditampilkan bagaikan puzzle yang mesti dipecahkan. Penonton pun harus bersabar untuk dapat melihat puzzle itu secara utuh di akhir cerita.

Penembakan presiden Amerika Serikat menjadi poin penting dari film arahan Pete Travis ini. Diceritakan bahwa Presiden Amerika Serikat Henry Ashton (William Hurts) berada di Salamanca, Spanyol, untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi tentang antiterorisme yang juga mempertemukan para pemimpin dari negara Barat dan Arab. Namun, tujuan konferensi itu ternoda karena Presiden Ashton tertembak saat akan memberikan sambutan. Tak lama sebuah bom meledak yang menghancurkan tempat konferensi. Suasana pun menjadi kacau.

Kejadian-kejadian tersebut terekam kamera para jurnalis televisi yang diproduseri oleh Rex (Sigourney Weaver). Selain itu, kesibukan dan suasana kerja Rex dan beberapa krunya diperlihatkan hingga kejadian penembakan dan pengeboman terjadi. Inilah yang ditampilkan pada awal film.

Selanjutnya, film diputar mundur. Penonton diajak kembali ke 23 menit sebelum kejadian tersebut berlangsung. Kali ini, yang tampil para pengawal Presiden Ashton, yaitu Thomas Barnes (Dennis Quaid) dan Kent Taylor (Matthew Fox). Dari sisi Barnes, gambar yang diperlihatkan merupakan kecurigaan dan kewaspadaannya terhadap keselamatan presiden. Bahkan dia sempat menjatuhkan Enrique (Eduardo Noriega) yang tiba-tiba naik ke panggung konferensi saat presiden tertembak.

Film pun diputar mundur kembali, tapi pada perspektif Enrique. Di sini baru diketahui bahwa Enrique bukanlah salah satu penjahat yang akan mencelakai Presiden Ashton, melainkan polisi setempat yang sedang bertugas menyelamatkan walikota Salamanca. Sayangnya, Barnes yang menjatuhkannya tidak percaya hal itu. Enrique pun kabur untuk mencari seorang wanita yang ditemuinya sesaat sebelum malapetaka itu terjadi.

Lagi-lagi film diputar mundur. Kali ini melalui pandangan Howard Lewis (Forest Whitaker), seorang pelancong dari Amerika yang sengaja datang ke Eropa untuk berlibur. Dari handycam-nya, semua peristiwa penembakan dan pengeboman direkam tanpa sengaja oleh Lewis. Bahkan, dia juga berusaha menyelamatkan seorang anak dan membantu pengawal Presiden Ashton yang mengejar Enrique hingga ke ujung jalan. Rekamannya itu juga membantu Barnes untuk mengungkap siapa dalang aksi teror tersebut. Sayangnya, petunjuk itu baru sedikit.

Setelah film diputar mundur kembali, sudut pandang cerita beralih ke Presiden Ashton. Rupanya, ada strategi dari pasukan pengawal presiden untuk mengganti Presiden Ashton dengan kembarannya sebelum menuju konferensi. Itu dikarenakan ada kabar akan terjadi aksi teror di lokasi berlangsungnya konferensi itu. Kejadian yang tak diinginkan tersebut terjadi. Presiden Ashton bahkan melihat kembarannya tertembak.

Pada bagian akhir, sudut pandang berada pada perspektif para penjahat. Melalui kacamata penjahat inilah seluruh rangkaian cerita penembakan dan pengeboman mulai terurai. Puzzle aksi teror itu pun mulai terkuak.

Film yang berdurasi 90 menit ini selalu menghadirkan ketegangan tiap menitnya. Melalui perspektif yang berbeda-beda, ketegangan-ketegangan yang berisi aksi saling tembak dan kejar-kejaran mobil itu dimunculkan dengan amat mengalir dan wajar. Dengan demikian, penonton pun terhibur dari film yang diproduksi oleh Sony Pictures ini.

Resep Berbisnis dengan Cendol dan Botol

Judul Buku : Kaya dari Bisnis Sistem Cendol dan Botol
Penulis : Kentos R Artoko
Penerbit : Visimedia
Terbit : Mei 2008
Halaman : x + 146


Judul buku yang ditulis Kentos R Artoko ini sungguh menggelitik dan mengundang keingintahuan. Pasalnya, banyak orang akan bertanya-tanya apa benar minuman cendol dan botol dapat membuat seseorang menjadi kaya? Jika membaca pertanyaan ini, yang terlintas dalam pikiran Anda mungkin saja kekayaan yang diperoleh berasal dari kegiatan berjualan cendol dan botol. Namun jangan salah. Buku ini tidak menjelaskan cara atau trik ampuh menjual cendol dan botol.

Justru dalam buku ini Anda akan dibimbing bagaimana berbisnis dengan sistem cendol dan botol. ‘Cendol’ yang dimaksud adalah cermat menggunakan dana orang lain, sedangkan ‘botol’ memiliki pengertian memanfaatkan bantuan tenaga orang lain. Jadi, cendol dan botol merupakan resep berbisnis yang ditawarkan oleh Kentos yang juga berprofesi sebagai praktisi komunikasi bisnis ini.

Untuk bisa menjalankan bisnis dengan sistem cendol dan botol, Kentos menyarankan setiap calon entrepreneur untuk bisa bergaul dengan siapa saja. Tujuannya untuk membuat jaringan atau network yang luas. Pembentukan jaringan merupakan hal yang paling mutlak dalam menjalankan sebuah kegiatan bisnis. (hlm 51)

Permasalahan utama yang dihadapi calon wirausahawan biasanya terkait dengan faktor permodalan. Namun, dengan memiliki jaringan atau network yang luas, masalah modal dapat diatasi. Sebab, ada kemungkinan jaringan pertemanan yang dimiliki akan membantu Anda.

Meskipun demikian, Anda tidak bisa secara terang-terangan meminta bantuan pinjaman modal. Ada hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu. Melakukan penilaian dengan cermat terhadap orang yang akan Anda mintai bantuan merupakan langkah penting yang harus dilakukan.

Penilaian tersebut berdasarkan kesamaan visi dan misi antara Anda dan teman yang akan dimintai bantuan. Jika tidak memiliki kesamaan tujuan, teman Anda itu tidak bisa diajak untuk bekerja sama, apalagi dimintai bantuan pinjaman modal. Akan tetapi, jika teman Anda bisa memberikan pinjaman modal, berarti Anda telah memulai bisnis dengan sistem cendol.

Memiliki jaringan yang luas juga membantu ketika usaha Anda sudah berjalan ataupun saat dirintis. Misalnya, jika Anda kesulitan menemukan seseorang yang akan Anda pekerjakan, Anda bisa merekrut seorang atau beberapa teman. Dengan demikian, usaha Anda akan berjalan dengan bantuan tenaga dari orang lain. Inilah resep botol yang Anda jalankan.

Menggunakan sistem bisnis cendol dan botol setidaknya dapat memudahkan Anda untuk berwirausaha. Hanya dengan menggunakan dana dari orang lain, Anda dapat membangun sebuah usaha. Apabila usaha itu sudah berjalan, Anda juga tidak terlalu repot karena usaha yang dirintis dijalankan oleh orang lain. Anda pun hanya mengawasi jalannya bisnis Anda. Jadi, cukup mudah bukan untuk memulai berbisnis.

Meskipun demikian, dalam menjalankan sistem bisnis dengan cendol dan botol ini ada satu hal lagi yang mesti diperhatikan, yaitu kejujuran (hlm 73). Tanpa itu, Anda tidak akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, meski Anda memiliki jaringan yang luas. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan orang lain dengan kejujuran syarat mutlak dalam berbisnis.

Buku yang terdiri atas delapan bab ini tidak hanya mengulas tentang sukses berbisnis dengan sistem cendol dan botol, tetapi juga tentang apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan berbisnis, bagaimana menjalankan sebuah bisnis, dan bagaimana membentuk mental menjadi pengusaha besar.

Pemaparan dengan bahasa yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi buku ini. Dengan begitu, selain cocok dibaca oleh siapa saja, hadirnya buku ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap entrepreneurship di masyarakat Indonesia untuk berwirausaha.

Sayangnya, buku jenis ini sudah cukup banyak di pasaran. Meskipun begitu, tampilan yang memikat, pemilihan judul yang menarik perhatian, dan sistem baru dalam berbisnis setidaknya menjadi magnet untuk menjaring pembaca.

Pengusaha Muda di Tengah Persaingan Bisnis

Judul Buku : Rahasia Jadi Entrepreneur Muda: Kumpulan Kisah Para Pengusaha Muda yang Sukses Berbisnis dari Nol
Penulis : Faif Yusuf
Penerbit : Dar Mizan
Terbit : 2008
Halaman : 232


Data statistik dari Bank Dunia menunjukkan angka kemiskinan di Indonesia mencapai 40%. Itu berarti kurang lebih seratus juta orang belum menikmati kemakmuran. Apalagi saat ini tingkat pengangguran bertambah dari makin banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum diberi kesempatan bekerja. Ini sungguh ironis bagi negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Apakah dengan realitas seperti itu Anda akan diam saja, menanti uluran tangan, dan berharap Tuhan akan mengubah nasib Anda?

Untuk pemuda-pemuda dalam buku Rahasia Jadi Entrepreneur Muda: Kumpulan Kisah Para Pengusaha Muda yang Sukses Berbisnis dari Nol, mereka tak mau berdiam diri apalagi menanti uluran tangan. Mereka ingin menaklukkan kerasnya kehidupan dengan sesuatu yang berguna bagi diri mereka maupun orang lain. Berbisnis menjadi senjata mereka untuk mengubah kehidupan.

Secara umum, pengusaha-pengusaha muda dalam buku yang ditulis Faif Yusuf ini menjalankan prinsip ‘memberi’ dan ‘bersama menebar rahmat’ dalam menjalankan aktivitas bisnisnya (hlm 17). Prinsip tersebut juga merupakan falsafah dari komunitas Tangan Di Atas (TDA), sebuah kelompok bisnis yang berperan dalam menumbuhsuburkan iklim berwirausaha dan telah memiliki anggota lebih dari 1.500 orang sejak berdiri tahun 2006.

Pemilihan para pengusaha muda yang dijadikan sumber inspirasi bagi pembaca dipilih secara khusus oleh penulis. Selain karena mereka adalah anggota komunitas Tangan Di Atas yang berhasil dalam berbisnis, juga disebabkan keinginan penulis untuk mendekatkan pembaca dengan mereka. Dengan begitu, pembaca dapat lebih mudah menemukan model pengusaha sukses yang dekat dengan mereka. Itu juga yang menjadi alasan mengapa penulis tidak memilih para pengusaha yang sudah terkenal. (hlm 21)

Dalam buku ini dipaparkan dengan gamblang bagaimana perjuangan para pengusaha muda tersebut dalam membentuk, mendirikan, dan menjalankan usahanya hingga menjadi lebih besar. Di samping itu dijelaskan juga mengenai strategi-strategi yang sederhana, murah, aplikatif, membumi, dan efektif yang diterapkan dalam memajukan bisnis mereka.

Sebagai contoh Ikhwan Sopa, pendiri sekolah komunikasi QA Communication, yang sukses dengan strategi EDAN. EDAN yang kepanjangan dari energy, dignity, anticipation, dan nothing to lose merupakan metode pengembangan diri melalui fenomena komunikasi sebagai modeling template-nya. Dengan metode tersebut, sekolah komunikasi yang didirikan Ikhwan Sopa telah bekerja sama dengan lebih dari 35 event organizer dari seluruh Indonesia.

Sementara itu, Try Atmojo, pengusaha di bidang busana anak muda, menggunakan strategi daya ungkit atau faktor kali untuk meraih pendapatan yang besar. Strategi daya ungkit yang diterapkan meliputi other people’s money, other people’s experience, other people’s time, other people’s idea, information technology, dan media (hlm 95). Strategi daya ungkit itu cukup ampuh bagi perkembangan bisnis Try Atmojo yang kini telah memiliki empat distro dengan nama 21 District dan Zero Label di kawasan Tangerang.

Buku yang terbagi dalam empat bab ini membagi semangat dan optimisme kepada pembaca melalui pilihan hidup yang ditorehkan oleh pengusaha-pengusaha muda tersebut. Dari buku yang disusun dengan bahasa mengalir ini, pembaca dapat dengan mudah memahami strategi dan tips yang diberikan. Sayangnya pembagian bab terkesan dipaksakan sehingga penyajiannya kurang mengena dengan judul bab. Meski begitu, para pengusaha muda itu telah membuktikan bahwa untuk menjadi kaya tidak perlu menunggu hingga tua. Kini giliran Anda untuk memulai berbisnis.

Tesla Roadster Mobil Listrik Bergaya Sport

Di tengah terbatasnya persediaan bahan bakar dunia dan keinginan untuk membuat lingkungan kembali lebih hijau, banyak pabrikan kendaraan membuat mobil-mobil berbahan bakar ramah lingkungan. Tak aneh jika saat ini banyak kendaraan ramah lingkungan berseliweran di Eropa dan Amerika, seperti mobil hibrid, mobil listrik, dan mobil bertenaga surya.

Salah satu pabrikan kendaraan yang terobsesi untuk menciptakan kendaraan ramah lingkungan, yaitu Tesla Motor. Pabrikan kendaraan asal Amerika Serikat ini beberapa waktu lalu telah meluncurkan hasil kreativitasnya berupa mobil listrik yang diberi nama Tesla Roadster.


Kehadiran sedan beratap terbuka ini bahkan direspons cukup baik oleh masyarakat Amerika Serikat. Buktinya, kendaraan berdimensi 3.946 mm x 1.873 mm x 1.127 mm dan tampak sporty ini telah dipesan oleh 900 orang. Harga sedan roadster ini dibanderol sekitar US$ 100.000 atau setara Rp 930 juta.

Meski secara umum terkesan mahal untuk orang Indonesia, sedan ini juga ditunjang dengan perangkat yang mewah. Jadi, jangan khawatir kenyamanan sedan yang tersedia sembilan warna ini cukup terjamin.

Perangkat yang disematkan untuk menunjang kenyamanan, di antaranya kursi dan lingkar kemudi berbalut kulit yang tersedia dalam empat pilihan warna layaknya mobil sport, adanya cruise control, air conditioner, stereo sound system dengan single CD player, iPod interface, MP3 playback, power window, dan cup folder. Perangkat tersebut merupakan kelengkapan standar yang ditempelkan pada kendaraan yang mampu menampung dua penumpang ini.

Untuk menunjang kenyamanan, ada pula fitur tambahan yang dapat dipasangkan. Fitur itu antara lain Bluetooth, satelit radio dengan 17 gelombang, touch screen navigation, tujuh speaker, mobile charging system, dan beberapa fitur lain.

Sementara di bagian eksterior, disematkan lampu utama (headlamps) dengan halogen dan berteknologi LED, homebase charging system, pelek berukuran 16 inci untuk ban depan dan 17 inci ban belakang yang berwarna perak, locking wheel lugs, tier inflator, dan cold wheather ESS. Semua fitur tersebut selain menunjang tampilan yang sporty juga memberikan kesan mewah.

Faktor keselamatan tak luput dari perhatian Tesla Motor. Maka dari itu, Tesla Roadster ini dipasangkan sistem pengereman dengan Brembo ber-ABS, kantung udara, sabuk pengaman dengan pretensioner, traction control, side impact body beam, rigid occupant safety cell, tire pressure monitoring system, kode PIN, dan integrated headrest.

Segala kelengkapan tersebut tak berarti tanpa ditunjang mesin yang juga bertenaga. Mesin yang diusung Tesla Roadster ini berupa motor elektrik 3-phase 4-pole. Tenaga yang dihasilkannya sebesar 248 daya kuda (184 kW) dengan torsi maksimum 13.000 rpm.


Adapun kecepatan puncak yang dapat ditempuh Tesla berpenggerak roda belakang dengan transmisi dua percepatan manual ini sekitar 125 mph (200 km/jam). Bahkan untuk berakselerasi dari 0–60 mph hanya membutuhkan kurang dari empat detik.

Mobil listrik ini tentu saja membutuhkan baterai untuk menyimpan sumber tenaga. Baterai yang diusung Tesla ini bahkan diklaim dapat digunakan sejauh 100.000 mil. Namun karena berbagai fiturnya juga membutuhkan energi, Tesla Roadster ini mampu melaju sejauh 220 mil. Setelah itu, mobil ini harus diisi ulang selama 3,5 jam sebelum dapat dijalankan kembali.

Friday, September 22, 2006

Marhaban ya Ramadhan

bismillah.
tak terasa, Ramadhan makin dekat. namun, bukan berarti harus menjauh. justru sebaliknya, harus bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi.
dalam kesendirian kian lama kurasakan betapa kotornya diriku. dan kotornya diri ini telah menunjukkan bukti yang amat nyata betapa kerdilnya diriku tanpa Allah dan betapa tenangnya diriku bila dekat dengan Allah.
Tulisan di atas merupakan saduran dari surat yang diberikan oleh seorang fotografer kepada seorang model terkenal dalam film ungu Violet. sengaja saya "plesetkan" karena memang itu yang menurutku pas dalam menyambut Ramadhan nanti. mungkin juga, itu yang sedang saya alami bahwa sesungguhnya diri ini kotor. dan butuh dibersihkan sebagaimana baju kotor yang harus dicuci.
saya tak mau banyak komentar mengenai Ramadhan. sebab, saya sadar ilmu agama saya tidaklah mumpuni. namun, setidaknya saya paham sedikit. karenanya, tanpa mau berpanjang lebar, melalui blog ini, saya hanya ingin mengucapkan sebagaimana yang dikirimkan oleh teman saya melalui SMS yang baru saja saya terima. SMS itu sebagai berikut:
"Marhaban ya Ramadhan. Menyambur bulan suci penuh hikmah, saya mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan yang sudah saya perbuat baik yang disengaja maupun yang tidak."
akhirnya, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. semoga nantinya, kita menjadi fitri. amiiin

Perubahan

bismillah.
sudah menjadi hal klise jika waktu ibarat roda. namun, bukan berarti itu usang untuk digunakan. apalagi, jika menyangkut perubahan. perubahan dari yang buruk menjadi baik tentunya.
dalam diri kita juga pasti mengalami perubahan, baik yang disadari maupun yang tidak. yang jelas, setiap manusia mengalami perubahan dalam hidupnya. hewan saja mengalami perubahan masak manusia nggak. Dalam hal ini, saya tidak akan membahas perubahan gender yang dialami oleh sebagian dari manusia. oleh karena itu, setiap perubahan pasti diikuti sikap beradaptasi sebagai konsekuensi dari perubahan itu sendiri.
itulah yang terjadi saat ini dari diri yang selalu dikelilingi oleh dosa dan kesalahan, seperti saya ini. meski begitu, ada usaha untuk memperbaiki dan memperbarui dari hal yang kurang tersebut. setidaknya, itulah yang selama ini saya lakukan, meski entah sampai kapan akan sempurna. saya pikir untuk mencapai proses sempurna itu teramat sangat sulit sekali. namun, tak ada salahnya untuk berupaya selalu berbuat baik. saya sadar manusia itu tidak ada yang benar-benar sempurna dan tak akan ada manusia yang benar-benar sempurna.
perubahan yang saya alami saat ini akibat dari sebuah pekerjaan yang harus saya kerjakan tiap malam. jangan berpikir macam-macam. pekerjaan malam yang saya maksud bukan ronda, apalagi seperti kupu-kupu malam (emangnya gua apaan), melainkan saya harus menjaga agar sebuah wacana tidak ada yang cacat karena salah ejaan, salah kata, yang akhirnya menyebabkan makna berbeda ketika dibaca oleh orang lain. berawal dari situlah, saya harus menjalani perubahan.
perubahan yang saya alami, mulai dari pola makan, jam istirahat, kegiatan tetek-bengek lainnya, sampai persoalan (maaf) buang air besar. perubahan-perubahan itu membuat saya kaget karena belum pernah saya mengalami hal seperti itu. itulah konsekuensi dari "ronda" tulisan di sebuah media massa.
ada beberapa hal yang membuat saya takut dari perubahan-perubahan itu. ketakutan itu muncul karena perubahan memengaruhi sistem tubuh saya. akibatnya, saya takut akan "tidur"di salah satu rumah sakit. belum lagi jika perubahan itu tidak membawa saya ke suatu hal yang lebih baik, tapi malah membawa saya ke jurang kenistaan (alah apa coba), misalnya jauh dari Allah swt karena tidak shalat subuh atau tahajud.
namun demikian, hingga saat ini, saya masih mencari jalan untuk mendapatkan titik terang agar perubahan kali ini dapat membawa ke jalan yang lebih baik lagi. setidaknya itu yang aku harapkan sekarang. semoga saya bisa cepat menemukan hal itu. amiiin.

Perubahan

bismillah.
sudah menjadi hal klise jika waktu ibarat roda. namun, bukan berarti itu usang untuk digunakan. apalagi, jika menyangkut perubahan. perubahan dari yang buruk menjadi baik tentunya.
dalam diri kita juga pasti mengalami perubahan, baik yang disadari maupun yang tidak. yang jelas, setiap manusia mengalami perubahan dalam hidupnya. hewan saja mengalami perubahan masak manusia nggak. Dalam hal ini, saya tidak akan membahas perubahan gender yang dialami oleh sebagian dari manusia. oleh karena itu, setiap perubahan pasti diikuti sikap beradaptasi sebagai konsekuensi dari perubahan itu sendiri.
itulah yang terjadi saat ini dari diri yang selalu dikelilingi oleh dosa dan kesalahan, seperti saya ini. meski begitu, ada usaha untuk memperbaiki dan memperbarui dari hal yang kurang tersebut. setidaknya, itulah yang selama ini saya lakukan, meski entah sampai kapan akan sempurna. saya pikir untuk mencapai proses sempurna itu teramat sangat sulit sekali. namun, tak ada salahnya untuk berupaya selalu berbuat baik. saya sadar manusia itu tidak ada yang benar-benar sempurna dan tak akan ada manusia yang benar-benar sempurna.
perubahan yang saya alami saat ini akibat dari sebuah pekerjaan yang harus saya kerjakan tiap malam. jangan berpikir macam-macam. pekerjaan malam yang saya maksud bukan ronda, apalagi seperti kupu-kupu malam (emangnya gua apaan), melainkan saya harus menjaga agar sebuah wacana tidak ada yang cacat karena salah ejaan, salah kata, yang akhirnya menyebabkan makna berbeda ketika dibaca oleh orang lain. berawal dari situlah, saya harus menjalani perubahan.
perubahan yang saya alami, mulai dari pola makan, jam istirahat, kegiatan tetek-bengek lainnya, sampai persoalan (maaf) buang air besar. perubahan-perubahan itu membuat saya kaget karena belum pernah saya mengalami hal seperti itu. itulah konsekuensi dari "ronda" tulisan di sebuah media massa.
ada beberapa hal yang membuat saya takut dari perubahan-perubahan itu. ketakutan itu muncul karena perubahan memengaruhi sistem tubuh saya. akibatnya, saya takut akan "tidur"di salah satu rumah sakit. belum lagi jika perubahan itu tidak membawa saya ke suatu hal yang lebih baik, tapi malah membawa saya ke jurang kenistaan (alah apa coba), misalnya jauh dari Allah swt karena tidak shalat subuh atau tahajud.
namun demikian, hingga saat ini, saya masih mencari jalan untuk mendapatkan titik terang agar perubahan kali ini dapat membawa ke jalan yang lebih baik lagi. setidaknya itu yang aku harapkan sekarang. semoga saya bisa cepat menemukan hal itu. amiiin.

Sunday, September 17, 2006

Penatian

bismillah.

usai sudah segala penantian panjangku (Ari Lasso dalam salah satu lagu terbarunya yang tidak aku hapal judul dan liriknya)
mungkin lirik itulah yang bisa mewakili diriku saat ini. penantian panjangku tidak lain adalah menyelesaikan studiku. ya itulah penantian panjangku karena selama 6 tahun aku menunggu untuk merasakan bagaimana sulitnya memakai toga. kenapa aku bilang sulit, padahal itu adalah hal gampang, ya kan? semua orang jika hanya memakai toga memang gampang, tapi prosesnya yang sulit. itulah yang aku alami selama 6 tahun.

sejujurnya, tak ada yang sulit dalam hidup ini. hanya sikap kitalah yang menguatkan diri kita apakaha itu sulit atau tidak. dan, itulah yang terjadi selama penantian panjangku. aku sendiri yang membuat keadaan yang gampang menjadi sulit. dan itu yang terjadi saat menyelesaikan tugas akhir. aku banyak meringankan hal yang ringan dan memberatkan hal yang ringan. jadnya kesulitan itu yang mendekam dalam diri.

Alhamdulillah, itu sudah berakhir. aku sudah berhasil melepaskan kesulitan dalam menyelsaikan tugas akhir. dan Kemarin, merupakan salah satu tahap dalam hidupku yang telah aku lewati.

setelah itu, ada banyak tahap yang memang belum aku jalani. aku sadar jalanku masih panjang dan berliku. kemarin, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. kemarin, adaalh awal untuk melihat, meraba, mencium, merasakan, dan mendengar jeritan, teriakan, yel, tangisan, dari dunia yang selama ini belum terjamah jauh oleh diriku.
ada hamparan padang, laut, dan langit yang harus bisa dilihat, dicium, dirasakan, diraba, dan didengar. dan untuk itu tak mudah. namun, akan terasa mudah jika ada yang membimbing, memberikan arah, menuntun dari Sang Khalik. hanya Dia yang bisa membantu untuk mencapai itu semua. akhirnya, penantian panjang itu membuka jalan untuk mncapai sebuah titik terang di suatu tempat. semoga aku bisa mencapai titik tersebut. amiiin.

Wednesday, September 13, 2006

salam

bismillah.
alhamdulillha akhirnya, tembus juga membuat blog ini setelah berjuang setengah mati dan setengah hidup (apa coba). ini adalah hal pertama yang aku buat dengan blog ini. dan nantinya smoga dapat lebih banyak lagi yang akan aku buat melalui blog ini. wassalam