Showing posts with label laga. Show all posts
Showing posts with label laga. Show all posts

Wednesday, April 22, 2009

Awal Mula Kisah Si Manusia Serigala

Judul Film : X-Men Origins: Wolverine
Genre : Aksi/Fantasi
Pemain : Hugh Jackman, Ryan Reynold, Liev Schreiber, Lynn Collins, Danny Huston, Taylor Kitsch
Sutradara : Gavin Hood
Produksi : 20th Century Fox
Durasi : 107 menit
Rating : 3,5/5


Jimmy Logan kecil tersentak karena ayahnya terbunuh di rumah. Terbawa amarah, tiga cakar panjang tiba-tiba muncul di sela jarinya. Dia lalu membunuh orang yang menghilangkan nyawa ayahnya. Setelah itu, dia berlari menghilangkan perasaan bersalah dengan ditemani Victor Creed kecil yang ternyata juga memiliki kekuatan super di kuku.

Ketika dewasa, Jimmy Logan (Hugh Jackman) dan Victor Creed (Liev Schreiber) ikut berperang dengan kekuatan masing-masing. Sampai akhirnya mereka berdua dihukum mati karena kesalahan Victor. Karena berbeda dengan manusia lainnya, mereka tidak mati. Akan tetapi, mereka dipenjara di ruang tahanan.

Hingga akhirnya, mereka dibebaskan oleh William Stryker (Danny Houston), perwira tinggi yang terobsesi menciptakan tentara super dan tak terkalahkan. Dalam tim yang dibuat Stryker terkumpul orang-orang tangguh. Ada yang mampu berpindah tempat secara cepat, tangkas menembak, lihai bermain pedang, dan sebagainya.

Sayangnya, tim tersebut bertindak brutal. Ini bertolak belakang dengan sifat Logan yang ingin hidup damai. Logan pun keluar dari tim. Dia memilih menetap di pegunungan dengan kekasihnya, Kayla (Lynn Collins). Untuk bertahan hidup logan bekerja sebagai tukang kayu.

Namun kehidupan Logan kembali tak nyaman setelah Victor membunuh Kayla. Logan marah dan mulai mencari Victor. Namun, tawaran datang dari Stryker untuk menjadi kelinci percobaan penelitiannya, yaitu menciptakan tentara tak terkalahkan.

Logan menerima tawaran tersebut. Jadilah Logan sebagai Wolverine. Cakar panjangnya kini tampak mengkilat karena tulangnya dilapisi logam baja. Dia lalu kabur dari penelitian Stryker. Dia bersembunyi di sebuah rumah milik sepasang kakek dan nenek. Logan dianggap sebagai anak.

Namun, pasukan Stryker mengejar Wolverine. Kakek dan nenek yang menyelamatkannya dibunuh. Wolverine memberikan perlawanan sambil terus berusaha membalas dendam kematian Kayla.

Aksi Menarik
Adegan yang dipertontonkan dalam film ini cukup menarik. Kekuatan Wolverine benar-benar dipertunjukkan, terutama kekuatan tiga cakar panjang di sela jarinya. Kekuatan tersebut bahkan mampu membongkar tembok tebal serta menghancurkan mobil baja dan terali besi. Belum lagi dengan aksi pertarungan dengan Victor yang tak lain adalah Sabretooth.

Sayangnya aksi Wolverine berkelahi dengan Sabretooth kurang dimaksimalkan. Selain karena memang mereka sejak awal cerita dianggap bersahabat, tetapi intrik di antara keduanya belum amat tampak. Bagi pencinta serial komik Marvel, khususnya X-Men, sudah paham perselisihan di antara keduanya. Namun bagi yang tidak, akan sulit menebak mengapa mereka beradu kekuatan.

Akting Wolverine yang sudah muncul dalam film X-Men (2000) dan X-Men: The Last Stand (2006) tak perlu diragukan lagi. Penonton sudah akrab dengan karakter ini. Akan tetapi, akting Liev Schreiber cukup piawai memerankan Sabretooth yang kejam dan tangguh. Dengan cambang yang panjang dan gigi taring yang sedikit terlihat menambah kesan ganas pada karakter ini.

Terlepas dari itu, film ini juga mengungkap misteri di balik potongan ingatan yang selalu menghantui Wolverine saat ia bergabung dengan tim X-Men. Selain itu, ada juga jalinan asmara antara Wolverine dan Kayla.

Namun, disarankan bagi pencinta film X-Men untuk tidak melihat film ini dari versi bajakannya. Sebab, dalam versi tersebut banyak adegan yang belum rampung alias masih setengah jadi. Tampilannya pun kurang menggigit. Jadinya, mengganggu kenikmatan menonton aksi si manusia serigala ini. So, tunggu saja kehadiran film ini di bioskop awal Mei nanti.

Friday, December 05, 2008

Pertaruhan Nyawa Pengantar Paket

Judul Film : Transporter 3
Genre : Laga
Pemain : Jason Statham, Francois Berleand, Natalya Rudakova, Robert Knepper, David Atrakchi
Sutradara : Oliver Megaton
Produksi : Lionsgate Film
Durasi : 100 menit
Rating : 3,5/5


Aksi Frank Martin (Jason Statham) berlanjut dalam film Transporter 3. Dalam film ini, Frank melanggar peraturan yang dipegangnya ketika mengantarkan kiriman. Meski begitu, ada hal baru dari film yang menyuguhkan adegan laga ini.

Film dibuka dengan tewasnya dua orang anak buah kapal karena menghirup gas yang keluar dari drum. Sementara itu, Malcolm Manville (David Atrakchi), teman Frank, tengah dikejar polisi dan penjahat yang mengincarnya. Sampai akhirnya, mobil Malcolm menabrak dinding rumah Frank.

Karena cedera, Malcolm kemudian dibawa dengan ambulans. Tapi, belum jauh dari mobil yang tadi dikendarainya, tubuh Malcolm meledak. Frank terkejut. Apalagi, Frank juga menemukan Valentina (Natalya Rudakova), anak seorang menteri, yang ada di dalam mobil Malcolm.

Setelah itu, Frank berurusan dengan Johnson (Robert Knepper), pebisnis limbah beracun. Johnson meminta Frank untuk mengantarkan sebuah paket ke tempat yang tidak diketahui. Frank hanya diberikan titik koordinat yang mesti dituju. Itu pula yang tadinya dilakukan Malcolm. Singkatnya, Frank menggantikan peran Malcolm.

Karena itu, mau tidak mau Frank harus ditemani Valentina. Padahal, prinsipnya dia selalu bekerja sendirian. Perjalanan tersebut membawa mereka dari Marseille, Stuttgart, Budapest, hingga ke Odessa.

Untuk mengawasi perjalanan paket tersebut, Johnson memasang gelang di tangan Frank dan Valentina. Gelang ini dapat meledakkan pemakainya jika terlalu jauh dari mobil pengantar paket. Inilah yang menyebabkan Malcolm tewas.

Mengantarkan paket tersebut tentunya tak mudah. Ada rintangan yang mesti dihadapi. Frank harus menghadapi kejaran orang-orang suruhan ayah Valentina hingga melawan anak buah Johnson. Namun begitu, Frank mendapat bantuan dari Inspektur Tarconi (Francois Berleand) untuk memecahkan kejahatan ini.

Dari sisi cerita, film ini tidak jauh berbeda dengan dua film sebelumnya. Inti cerita film masih mengenai Frank Martin yang bertugas membawa paket dari satu tempat ke tempat lain. Di balik itu, ada kejahatan yang membayanginya, seperti penyebaran virus dalam film Transporter 2 (2005).

Di sekuel yang ketiga ini juga demikian. Ada kejahatan yang mengganggu upaya kegiatan ramah lingkungan yang didukung ayah Valentina. Gangguan itu berupa memasukkan limbah ke tengah kota. Bisnis yang menjadi pemicunya.

Di film ini pula Frank mendapatkan cinta dari Valentina yang sebetulnya adalah paket yang mesti dikirim. Frank jatuh cinta dengan kirimannya. Inilah bentuk pelanggaran yang dibuat Frank, yaitu tidak membuka barang kiriman. Ini juga menjadi hal baru dalam film yang skenarionya masih ditulis oleh Luc Besson dan Robert Mark Kamen ini.

Namun sayang, kisah cinta ini tidak dikemas dengan baik. Bahkan terkesan dipaksakan. Valentina dibuat terkesima dengan aksi Frank mengalahkan anak buah Johnson. Beberapa kali wajah Valentina yang kagum diambil dari jarak dekat. Setelah itu, tiba-tiba mereka jatuh cinta dan tampak romantis dengan latar pemandangan pegunungan yang indah. Padahal, Frank berkarakter dingin dan sulit untuk mendekati wanita.

Terlepas dari itu, aksi Frank masih tetap mumpuni. Perkelahiannya dengan anak buah Johnson cukup menghibur. Apalagi pertarungan itu mirip dengan gaya berkelahi tangan kosong Jackie Chan melawan banyak orang.

Aksi seru lainnya ketika Frank mengendarai mobil. Untuk menyelamatkan Valentina, Frank meluncurkan mobilnya ke atas kereta api yang sedang melaju. Adegan itu dilakukannya dua kali.

Adegan lain ketika Frank dan mobilnya tenggelam di sebuah sungai. Di sini, nyawa Frank dipertaruhkan. Sebab, dia harus memilih: mati tenggelam atau tubuhnya meledak. Belum lagi adegan Frank dengan sepeda. Jadi, jangan lewatkan film aksi pengantar paket ini.

Thursday, November 06, 2008

James Bond Kehilangan Ciri Khas

Judul Film : Quantum of Solace
Genre : Aksi/Laga
Pemain : Daniel Craig, Olga Kurylenko, Judi Dench, Mathieu Amalric, Gemma Artenton, Jesper Christensen
Sutradara : Marc Foster
Produksi : Sony Pictures
Durasi : 105 menit


Petualangan detektif mata-mata asal Inggris James Bond berlanjut. Namun, film yang dibesut Marc Forster ini sedikit berbeda dengan film-film James Bond sebelumnya. Tokoh James Bond juga dihadapkan pada dua hal, yaitu sisi emosionalnya dan tanggung jawab terhadap tugas.

Quantum of Solace merupakan kelanjutan dari film Bond sebelumnya, Casino Royale. Di akhir film terdahulu, nyawa M (Judi Dench) terancam. Bond (Daniel Craig) pun berusaha menyelidikinya, termasuk menelisik kematian Vesper, kekasih Bond di film Casino Royale. Penyelidikan tersebut berlanjut di film ini, tetapi bukan menjadi ide utama film.

Awalnya, Bond berhasil menangkap White (Jesper Christensen), orang yang diduga berusaha membunuh M dan orang di balik kematian Vesper. Penangkapan itu terjadi di Siena, Italia. Ketika diinterogasi, White mengatakan, “Organisasimu tak tahu kalau sedang dimata-matai kelompok lain.” Setelah itu, seorang anggota intelijen yang dipimpin M membelot. White pun bebas.

Sementara itu, Bond mendapatkan tugas menyelidiki rencana kudeta yang terjadi di Bolivia. Penyelidikan ini membawa Bond hingga ke Haiti. Di sana, Bond bertemu Camille (Olga Kurylenko) yang membawanya mengenal Dominic Greene (Mathieu Amalric), pebisnis yang kejam. Green juga memimpin Quantum, organisasi yang berusaha menguasai sumber daya air di Bolivia.

Untuk mencari informasi lebih jauh mengenai Greene, Bond harus terbang hingga ke Austria. Dari sini, diketahui bahwa banyak pejabat dari berbagai negara yang berminat dengan rencana Quantum. Liciknya, Greene menyembunyikan misinya dengan kegiatan peduli lingkungan dan bisnis minyak.

Greene juga mendukung Jenderal Medrano (Joaquin Cosio) yang berencana melakukan kudeta di Bolivia. Namun syaratnya, Medrano harus menyerahkan salah satu wilayah di Bolivia.
Medrano bersedia karena menganggap daerah tersebut tak memiliki apa-apa. Padahal di balik itu, daerah tersebut kaya air. Dalam rencana Greene, nantinya pemerintah yang baru akan membeli air tersebut darinya. Bond harus mencegah ini terjadi.

Musuhnya Emosi
Di film ini, Bond tidak hanya dihadapkan pada konspirasi yang dilakukan Greene, tetapi juga sisi emosionalnya. Setelah kematian Vesper, Bond selalu bertindak brutal dan liar ketika bertugas. Sebab, Bond frustrasi tak bisa membalas dendam.

Bahkan tak jarang, sejumlah saksi kunci dalam penyelidikannya terbunuh di tangan Bond. Rekan Bond, Mathis, dan beberapa detektif juga menjadi korban dalam upaya penyelidikan ini.
Tindakan ini tentu membuat M khawatir. Bahkan, Wakil perdana menteri Inggris meminta M untuk membawa Bond kembali ke London.

Camille, yang menjadi kekasih Greene, juga ingin meluapkan emosinya. Camille ingin membalas dendam kepada Jenderal Medrano yang telah menghancurkan keluarganya. Jadinya, Camille dan Bond bekerja sama untuk meraih tujuan mereka berbeda.

Ciri Khas Hilang
Quantum of Solace ini lain dari film Bond sebelumnya. Kekhasan film detektif 007 tidak terlihat di film ini. Penonton tidak akan mendengar ‘Bond, James Bond’ yang menjadi ciri khas James Bond ketika memperkenalkan diri.

Begitu pula ketika memesan minuman kesukaan Bond. Ungkapan, ‘shaken not stirred’ juga tidak terdengar. Malah, di suatu adegan, Bond meminum minuman yang belum pernah dirasakannya. Seorang pelayan bahkan harus menjelaskan minuman tersebut.

Alat-alat berteknologi modern dan kendaraan yang memiliki peralatan canggih juga tidak tampak di film ini. Hanya teknologi di kantor M yang terlihat modern dan telepon genggam milik Bond. Selebihnya, hanya peralatan biasa.

Meskipun demikian, adegan dalam film ini terasa lebih padat dan berisi dibanding film Bond lainnya. Selain karena durasinya yang lebih pendek, penggarapan film ini lebih terasa hidup.

Aksi-aksinya bahkan lebih menegangkan meski cerita dalam film ini sangat kompleks. Namun, sungguh sayang jika melewatkan film legendaris ini.

Tuesday, October 21, 2008

Misteri Korban Pembunuhan Bertato Sayap

Judul Film : Max Payne
Genre : Aksi/Thriller
Pemain : Mark Walhberg, Ludacris, Mila Kunis, Donal Logue, Amaury Nolasco, Beau Bridges, Chris O’Donnell
Sutradara : John More
Produksi : 20th Century Fox
Durasi : 100 menit


Tato sayap menjadi misteri bagi detektif Max Payne (Mark Walhberg). Di tubuh korban pembunuhan selalu ditemukan tato tersebut. Korban terakhir adalah Natasha (Olga Karulynko), wanita yang baru dikenalnya di sebuah pesta. Tubuh Natasha ditemukan berserakan di sebuah jalan.

Tak berapa lama, korban bertambah. Termasuk Alex Balder (Donal Logue), rekan kerja Max. Namun anehnya, Alex tak memiliki tato sayap di tubuhnya. Alex tewas ketika akan memberi tahu Max mengenai hubungan kematian Michelle, istri Max, dengan para korban bertato sayap.

Max, yang curiga dan ingin membalas dendam kematian istrinya sekaligus mengungkap misteri pembunuhan, justru dituduh sebagai pembunuh Alex dan Natasha. Sebabnya, identitas Max ditemukan saat kematian Natasha. Max juga berada di lokasi kejadian ketika Alex terbunuh.

Max pun berupaya membongkar misteri pembunuhan sekaligus menuntaskan dendam kematian istrinya. Dengan dibantu Mona Sax (Mila Kunis), kakak Natasha, Max mencari petunjuk mengenai tato sayap yang ada di setiap korban pembunuhan.

Mereka lalu mendatangi toko pembuat tato. Dari situ diketahui bahwa tato sayap merupakan lambang dari pasukan malaikat yang bersedia mati. Nyawa pemilik tato itu diibaratkan malaikat yang memiliki sayap.

Untuk menuntaskan dendam, Max mendatangi Jason Colvin (Chris O’Donnell), atasan Michelle. Max menanyakan pekerjaan terakhir Michelle. Dari pengakuan Jason, Michelle tewas karena sedang mengerjakan formula yang membuat kegigihan tentara berlipat. Bahkan tak takut mati. Sayang, formula itu bersifat adiktif dan penggunanya akan berhalusinasi melihat makhluk bersayap. Formula itu juga bisa membuat pemakainya meninggal.

Pengguna formula tersebut rupanya sudah banyak. Sersan Jack Lupino (Amaury Nolasco) salah satunya. Namun, dia tidak berhalusinasi, tetapi malah merasa tak terkalahkan. Dia juga yang membunuh Natasha dan Alex.

Sementara itu, detektif provost Jim Bravura (Ludacris) juga berupaya menyelidiki Max yang diduga membunuh Natasha dan Alex. Sampai akhirnya dia menemukan kebenaran yang sebenarnya dari misteri tato sayap.

Sepanjang film, penonton disuguhkan kemisteriusan dari tato sayap. Dengan sedikit menggunakan alur mundur untuk memperlihatkan kehidupan harmonis Max dan istrinya, film ini sedikit demi sedikit memberikan petunjuk untuk mengungkap misteri pembunuhan.

Film yang diangkat dari video game ini juga menampilkan banyak ketegangan yang didukung musik yang cukup membangun suasana. Bahkan, untuk mengentalkan sisi misteri, film ini digambarkan dengan tampilan yang agak suram, mirip film horor. Apalagi, teror makhluk bersayap ketika akan mengambil nyawa seseorang juga hampir seperti film horor.

Penampilan Mark Walhberg pun patut diacungi jempol. Karakter seorang polisi yang sakit hati dan ingin membalas dendam dapat diperankan dengan baik. Mimik wajah yang serius dan tanpa ada senyum sedikit pun menyiratkan betapa balas dendam menjadi tujuannya.

Sayang, karakter tokoh-tokoh lain kurang mengena karena banyaknya tokoh yang hadir. Kehadiran para tokoh tersebut hanya sebatas numpang lewat. Misalnya, istri Alex, Charista, yang diperankan Nelly Furtado. Tanpa kehadirannya, cerita film ini masih bisa diterima meski memiliki permasalahan yang kompleks.

Meskipun demikian, film sepanjang 100 menit ini cukup menarik. Buktinya, pada pemutaran perdana, film ini telah merajai box office pekan ini dengan meraih pendapatan lebih dari US$ 18 juta.